Selasa, 13 September 2011

Bajaj Pulsar 220, Fairing GSX Bikin Gagah


Sengaja Rury Purwantoko membeli Bajaj Pulsar 220 DTS-I buat dimodifikasi. Sebab, tampilannya yang half fairing terkesan tanggung. Sebagai penggemar moge sporty, pastinya ingin coba aplikasi full fairing dong.

Apalagi niatnya, motor ini juga jadi kendaraan alternatif ke kantor. “Selama ini pakai mobil. Tapi, jalanan sudah mulai macet. Jadi sekalian aja dimodif biar eye catching juga,” jelas pria yang tinggal di Pamulang, Tangerang, Banten.

Sambil menunggu surat kendaraan keluar, Pulsar baru itu langsung diboyong ke Berkat Motor (BM). “Konsep sesuai keinginan pemilik. Tapi, coba sodorkan full fairing pakai punya Suzuki GSX 600,” bilang Rudi Gunawan dari workshop yang terletak di Jl. Ciledug Raya, No. 1, Kreo, Ciledug, Tangerang.

Konsep pakai fairing GSX 600 yang disodorkan tidak sembarang sebut. Rudi melihat ada kecocokan headlamp yang diusung Pulsar 220 ini dengan bentuk fairing. Lampu yang melebar, makin aktraktif ketika disandingkan ke bodi supersports milik Suzuki.

Tapi, dimensi fairing kembali disesuaikan rangka standar. “Lampu milik Pulsar unik. Melebar tapi tidak terlihat lebar. Maka itu, fairing direduksi dimensinya,” jelas modifikator dua anak ini.


Pakai bahan dari fiberglass, mulai dari sisi teratas hingga bagian bawah dibuat ulang. Penyesuaian terjadi di bagian dashboard alias bagian penutup spidometer. Spido standar Pulsar yang digital tergolong kecil.

"Akhirnya dibuat dashboard baru sehingga bisa menutup habis bagian dalam. Terbukti malah lebih keren,” aku Rudi. Menyesuaikan fairing yang agak lebar, sepatbor depan ikut diganti. Yaitu, pakai sepatbor contekan dari Cagiva Raptor.

Mendukung kesan sporty, bagian buritan ikut diperhatikan. Detail sempurna karena mengusung konsep single sitter. Tapi, bukan lewat penggantian bodi. “Cuma pakai penutup jok aja. Jadi kalau ingin berboncengan bisa dibuka,” timpal modifikator 36 tahun itu lagi.

Giliran kaki belakang yang dimainkan. Lengan ayun Kawasaki Ninja 250R dipilih untuk menggantikan arm standar. Maklum, karena aplikasi monosok. “Unitrack gak dipasang agar standar tengah tetap bisa berfungsi,” tegas Rudi.

Pukulan Atau Pujian?

Pukulan atau pujian bagi pabrikan ketika melihat modif di Bajaj Pulsar 220 DTS-i milik Rury Purwantoko ini. Semua tergantung sudut pandang yang menilainya. Sebab tanpa harus menghilangkan identitas, Pulsar merah ini tampil lebih menarik!

Modifikasi, memang tidak ingin mengubah total motor 220 cc asal negeri Hindustan ini. “Karena ini motor baru, takutnya akan berkaitan dengan garansi yang berlaku juga hal lain,” kata Rury yang kerja di Karawaci, Tangerang, Banten ini.

Terlepas dari itu, setidaknya Pulsar 220 bisa jadi pilihan ketika ingin modif ala moge. Harga jual motor yang terjangkau bisa jadi alternatif untuk mendapatkan motor spek 200 cc ke atas. “Dibikin konsep fairing oke, streetfighter juga mantap,” bilang Rudi. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban : MRF
Monosok : Suzuki Satria F-150
Deltabox : Fiberglass
Berkat Motor : (021) 93517093

Honda C70, Si Pitung Operasi Total


Jangan terpengaruh tampilan jadul Honda C70 ini. Itu karena dapur pacun sudah operasi total. Diklaim pemiliknya, Tito Sandiarto, mengasapi Satria F-150 di ajang adu kebut malam.

“Cuma crank case aja yang asli Honda C70, sisanya ambil dari part motor lain,” jelas mekanik dan joki dari bengkel Tigor Motor Speed di Jl. Bantul, Jogja ini.

Ngejar akselerasi beringas, silinder dan head C70 tak bejaban dibore up abis-abisan. Solusinya Tito cangkok blok silinder berikut head milik Yamaha Vega yang sanggup caplok piston gambot.

Untuk aplikasi blok dan silinder Vega banyak ubahan yang harus disesuaikan pada crank case. “Dudukan empat baut blok pada crank case menyesuaikan ukuran lubang buat blok Vega, sedangkan bautnya pakai milik Shogun 125 yang panjangnya cukup,” urai Tito.



Proses transplantasi jeroan mesin juga dilakukan. Seperti bandul, adopsi milik Honda Karisma yang diameternya lebih besar dan bersanding dengan setang piston Mio. “Setelah stroke naik 3mm dan seher 56mm milik Neo Tech, kapasitas mesin jadi 170cc,” jelas lajang bertubuh subur ini.

Katup isap dan buang sudah mengaplkasi milik Honda Sonic. Noken as pakai standar milik Yamaha Vega. “Coba aslinya kayaknya masih kurang sip. Durasi harus diubah, makanya pantat kem dipapas lagi jadi sekitar 0,3mm,” terang pria yang hobi pakai celana pendek ini. (motorplus-online.com) 

 DATA MODIFIKASI
 Ban depan : Swallow 80/70-17
Ban belakang : Swalow 80/70-17
Knalpot : Creampie Muffler
Karbu : NSR SP
Pelek belakang  : DBS
Tigor Speed : 0857-28822-693

Senin, 12 September 2011

Ibra Ingatkan Milan

Metrotvnews.com, Milan: Ujung tombak AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, memperingatkan seluruh awak tim mengambil pelajaran dari hasil imbang melawan Lazio di laga pembuka Liga Italia. Apalagi, pekan depan, Milan akan menghadapi Barcelona dipenyisihan grup A Liga Champions.

Ibra tak puas dengan penampilan Milan saat ditahan imbang 2-2 oleh Lazio. Terlebih Milan sempat tertinggal dua gol yang dicetak Miroslav Klose dan Djibril Cisse. Beruntung Irosonerri bisa menyamakan skor lewat gol Ibra dan Antonio Cassano.

Ibra tak mau itu terulang saat Milan bertemu Barca. Penyerang jangkung ini mewanti-wanti agar Milan tak membuang banyak kesempatan seperti saat berduel lawan Lazio. Apalagi Milan akan bertindak sebagai tim tamu.(ICH)
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India